Translate

Selasa, 02 Januari 2018

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN PEMUDA INDONESIA




MAKALAH BAHASA INDONESIA
REVITALISASI KEBAHASAAN INDONESIA DI KALANGAN PEMUDA MASA KINI






Disusun oleh:
FEBI ANUGRAINI
(170321100067)



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

DAFTAR ISI





                                                                                                                                   
                                                                                                                                   

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

            Negara Indonesia memiliki kekayaan budaya asli milik sendiri. Kebudayaan yang dimiliki berupa kesenian, keterampilan, kebahasaan, dan sebagainya. Kebahasaan merupakan salah satunya. Bahasa nasional negara Indonesia adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia, tidak oleh bangsa lain. Maka dari itu berbanggalah bagi masyarakat Indonesia memiliki bahasa kesatuan yang tidak ada tandingannya. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pemersatu antar masyarakat di seluruh Indonesia. Meskipun di Indonesia terdapat keanekaragaman bahasa, namun masyarakatnya tetap bisa saling berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
            Bahasa Indonesia selain sebagai pemersatu bangsa juga sebagai alat komunikasi, pendidikan, dan kesenian (sastra). Beberapa pentingnya bahasa Indonesia tersebut sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia tidak mampu menggunakannya dengan baik dan benar. Zaman modern ini, penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar oleh masyarakat Indonesia sudah mulai luntur terutama di kalangan pemuda pada umumnya. Pemuda yang dimaksud adalah remaja dan remaja yang menginjak dewasa. Hal ini terjadi karena beberapa faktor yang salah satunya karena masuknya budaya bahasa asing yang kemudian dileburkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga dikenal dengan sebutan bahasa gaul atau bahasa alay (anak lebay). Menurut beberapa pemuda, bahasa gaul lah yang cocok bagi pemuda zaman kini (zaman kekinian). Memang tidak salah jika ada pencampuran bahasa seperti tersebut, namun penggunaan bahasa gaul tersebut harus bisa digunakan sesuai keadaannya. Contohnya pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan aktif belajar, seperti presentasi ilmiah, pembuatan artikel ilmiah, dan sebagainya. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah yang tepat untuk digunakan. Selain itu juga dalam berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Haruslah menggunakan bahasa yang halus dan sopan.
            Dari maraknya berbagai permasalahan kebahasaan Indonesia di kalangan pemuda masa kini, maka dari itu dibuatnya makalah ini dengan tujuan untuk membahas permasalahan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan pemuda Indonesia beserta penyelesaiannya.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Apa faktor yang menyebabkan pemuda Indonesia lebih menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia dengan baik dan benar?
  2. Apa akibat dari para pemuda yang lebih suka dengan bahasa gaul saat ini?
  3. Bagaimana upaya pemuda Indonesia untuk sadar kembali mencintai bahasa Indonesia yang baik dan benar?

1.3 Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
  1. Mengetahui bentuk penggunaan bahasa Indonesia di kalangan pemuda saat ini.
  2. Mengetahui faktor penyebab para pemuda lebih senang bahasa gaul daripada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Mengetahui bagaimana cara mengembalikan rasa senang menggunakan bahasa Indonesia sendiri dengan baik dan benar.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda

            Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan ciri khas daerah masing-masing. Pada era globalisasi ini menuntut kemungkinan akan semakin lunturnya penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kalangan pemuda Indonesia yang menjadi sasarannya. Dalam berinteraksi sehari-hari dan kegiatan pembelajaran mereka lebih sering menggunakan bahasa gaul (bahasa yang kekinian yang tercampur oleh budaya barat). Contohnya adalah kata sapaan bro, sis, OMG hello, dan sejenisnya. Berikut beberapa tanggapan pemuda mengenai penggunaan bahasa Indonesia saat ini.
  1. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai ditinggalkan dengan penggunaan bahasa alay karena dianggap lebih kekinian dan agar tidak ketinggalan zaman.
  2. Pemuda Indonesia tertarik pada variasi bahasa Indonesia yang baru.
  3. Banyaknya pengaruh bahasa asing sehingga bahasa Indonesia yang dipakai sudah tidak sesuai dengan kaidah.
  4. Sulitnya belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai kaidah sehingga lebih nyaman dengan bahasa gaul yang sekarang.
  5. Lingkungan pergaulan yang mendukung adanya penggunaan bahasa gaul dari pada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Beberapa hal di atas dapat diketahui keadaan bahasa Indonesia saat ini yang sudah mulai ditinggalkan oleh para pemuda, bahkan kini merambah pada anak-anak dan orang dewasa. Kenyamanan yang mereka dapatkan dalam berbahasa gaul dirasa lebih berpengaruh daripada bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti pada yang telah diajarkan oleh guru-guru bahasa Indonesia kita.

2.2 Dampak Penggunaan Bahasa Indonesia yang Kurang Baik dan Benar

            Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Indonesia berperan sangat penting dalam kehidupan di negara Indonesia, apalagi bagi para pemudanya. Dalam dunia pendidikan bahasa Indonesia sangatlah penting bagi mereka. Jika mereka saat ini lebih menyukai bahasa gaul dan mulai meninggalkan bahasa Indonesia sesuai kaidah, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan dalam proses pembelajaran.
            Dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa tugas seperti laporan, artikel ilmiah, presentasi, dan sebagainya yang mana membutuhkan keterampilan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah yang sesuai dengan kaidah. Jika pemuda mempelajari bahasa Indonesia dengan kurang baik dan benar, ditambah dengan kurangnya penerapan hasil pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebingungan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
            Dampak positif yang dirasa oleh para pemuda dalam penggunaan bahasa gaul adalah mereka merasa tidak ketinggalan zaman, statusnya terangkat sebagai pemuda yang kekinian sehingga keren dan luar biasa,  intinya hanya kepuasan batin yang didapatkan. Sedangkan dampak negatifnya banyak sekali dan sangat berpengaruh dalam perkembangan hidupnya, diantaranya adalah semakin sulitnya pelajar atau mahasiswa dalam mengerjakan tugas kebahasaan, presentasi, dan pembuatan artikel ilmiah, kebingungan berbahasa dalam berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau lebih dihormati, berinteraksi dengan seseorang atau kelompok dari daerah lain yang tidak serumpun, dan sebagainya.
Jadi, kemampuan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat diperlukan bagi para pemuda Indonesia dan perlu adanya dorongan untuk memperbaikinya. Selain berpengaruh besar dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia juga berpengaruh dalam kehidupan nyata sehari-hari.

2.3 Upaya Perbaikan Penggunaan Bahasa Indonesia Menjadi Baik dan Benar di Kalangan Pemuda

Permasalahan kebahasaan Indoesia yang terjadi di kalangan pemuda Indonesia membuat para pecinta bahasa Indonesia tergerak hatinya untuk melakukan sebuah perbaikan. Salah satunya adalah dengan revitalisasi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Revitalisasi kebahasaan Indonesia adalah upaya penghidupan, peningkatan, atau menggiatkan kembali kebahasaan Indonesia agar bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kita dapat dimengerti dengan baik dan benar.  Revitalisasi kebahasaan Indonesia di kalangan pemuda adalah sebagai berikut.
  1. Memberikan kesadaran bahwa bahasa Indonesia yang baik dan benar lebih besar manfaatnya dari bahasa gaul sekarang.
  2. Melatih anak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sejak usia dini.
  3. Selalu mengendalikan pergaulan di lingkungan sekitar, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
  4. Melakukan seminar-seminar akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai kaidah

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa asli milik Indonesia sebagai warisan dari leluhur zaman dahulu sehingga perlu pelestarian terhadap kebudayaan  asli milik sendiri. Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar kini sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia, umumnya oleh para pemuda. Rata-rata alasan mereka lebih memilih bahasa gaul daripada bahasa Indonesia karena bahasa gaul dinilai lebih kekinian dan mengikuti perkembangan zaman. Perlu disadari akan pentingnya penggunaan bahaa Indonesia. Selain bisa menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia, juga mempermudah seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi karena pada dasarnya bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Indonesia sendiri. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan kebahasaan ini bisa dilakukan dengan revitalisasi bahasa Indonesia. Inti dari revitalisasi ini adalah untuk menghidupkan, memperbaiki, atau menggiatkan kembali penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

3.2 Saran

            Dari revitalisasi bahasa Indonesia yang dilakukan sebaiknya diterapkan dengan menyeluruh kepada para pemuda Indonesia dan lebih diberi pengertian akan sangat pentingnya penggunaan bahasa Indonesia. Meskipun penggunaan bahasa gaul sudah tersebar, tidak bisa kita memberhentikan begitu saja, karena sejujurnya penggunaan bahasa gaul tidak menjadi masalah jika digunakan sesuai kondisi yang tepat. Jadi, revitalisasi bisa dilakukan dengan meminimalisir penyebaran bahasa Indonesia yang tercampur dengan bahasa asing saat ini.


DAFTAR PUSTAKA

Rahardi, Kunjana. 2012. PRAGMATIK Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia.
       Online. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

 

UAS bahasa Indonesia





UJIAN AKHIR SEMESTER 1 BAHASA INDONESIA
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS, FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA



NAMA            : FEBI ANUGRAINI
NIM                : 170321100067
KELAS           : AGRIBISNIS- A

SOAL!
1. Sebutkan syarat-syarat kalimat efektif dan berikanlah 2 contoh!
2. Buatlah dua paragraf yang baik dengan teknik pengembangan analogi dan sebab akibat!
3. Berikan contoh penulisan daftar pustaka yang diambil dari:
a.      Artikel dalam jurnal
b.     Makalah yang disajikan dalam sebuah seminar
c.      Buku terjemahan
4. Buatlah artikel ilmiah dengan tema “Paradigma Berbahasa Indonesia di Kalangan Remaja”!

Jawaban:
1.   Syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut.
a.      Sesuai dengan kaidah bahasa dan ejaan (EYD)
b.     Ketepatan pilihan kata
c.      Tanda baca yang digunakan jelas
d.     Logis
e.      Tidak ambigu atau mengandung beberapa makna
f.      Hemat kata
g.     Ketegsan topik atau harus jelas dan lugas ide pokoknya
Contohnya:
· Makalah ini membahas tentang subsistem hulu pada pertanian. (tidak efektif)
Makalah ini membahas subsistem hulu pada pertanian. (efektif)
· Saya memakai rok warna hitam. (tidak efektif)
Saya memakai rok hitam. (efektif)

2.    a. Teknik pengembangan analogi
Seseorang dalam mengerjakan soal ujian pasti menemukan soal yang mudah dan sulit untuk dijawab. Jika kita sudah belajar, akan tetapi kita tidak akan mengetahui kejadian ke depan yang akan menimpa kita. Bisa saja saat kita ujian tiba-tiba merasakan pusing dan menjadi tidak konsenterasi mengerjakan soal ujian. Sebelumnya kita harus siap mental untuk menghadapi kendala-kendala saat ujian agar bisa lancar dan maksimal dalam menjawab soal ujian. Begitupula dengan kehidupan ini. Kita tidak bisa memprediksi nasib per individual. Tetapi kita harus siap mental, lahir, dan batin dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan yang menimpa diri kita. Dari mental yang kuat sehingga bisa mengendalikan permasalahan dengan baik dan muncullah solusi permasalahan tersebut. Jadi, kita harus siap mental dalam menghadapi persoalan hidup yang kita jalani di dunia sama halnya kita dalam mengerjakan soal ujian. Pasti akan ada jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi.
 b. Teknik pengembangan sebab akibat
Bulan ini merupakan musim pancaroba. Cuaca lingkungan yang awalnya panas menjadi berangin dan turun hujan. Hampir setiap hari hujan turun dengan deras. Musim pancaroba pada bulan ini terjadi saat masyarakat sibuk berkegiatan. Rata-rata mereka berkegiatan dari pagi hingga sore. Kepadatan yang mereka miliki membuat mereka lupa untuk merawat dan menjaga kondisi tubuh. Tidak ada waktu untuk makan, berolahraga, bahkan istirahat yang cukup. Akibatnya, banyak masyarakat yang terserang penyakit saat musim pancaroba diantaranya meriang, flu, batuk, gatal-gatal karena angin, dan lain sebagainya.
3.   a. Artikel dalam jurnal
Sinuhaji, M. (2011). BEBERAPA ALTERNATIF PEMBANGUNAN SISTEM
       AGRIBISNIS DI PEDESAAN. Geografi, 3(2), 1–10.
b. Makalah yang disatukan dalam seminar
Wardhani, N. K., A. Musofie dan S. Tedjowahjono. 1982. Pengaruh bahan tambahan tetes dan urea terhadap kualitas, palatabilitas dan koefisien cerna silase pucuk tebu. Pros. Seminar Penelitian Peternakan. Cisarua, 8-11 Pebruari 1982. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.


c. Buku terjemahan
Mondy, R. Wayne. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan oleh Bayu Airlangga. Jakarta: Erlangga.
4.   Terlampir